Terjebak Ambisi

Seorang pemburu tlah berjasa menyelamatkan kuda kesayangan Raja dari terkaman harimau.

Sebagai hadiah, Raja memberikan kepadanya hadiah berupa tanah,
seluas yg bisa ia kelilingi dengan berlari dalam 3 hari.

Maka, bergegaslah sang pemburu berlari.

Siang malam ia berlari tiada henti,
demi mendapat tanah seluas-luasnya.

Tidak peduli lapar & haus, hujan & terik matahari.
Rasanya masih kurang luas, masih kurang luas.

Sampai akhirnya tibalah hari ketiga,
sang pemburu jatuh tersungkur lalu mati karena kelelahan kelaparan kehausan tidak tidur

Begitulah kalo terjebak dalam ambisi yg tanpa batas.

Ambisi memacu untuk terus bekerja dengan teramat keras.

Anda di dorong untuk menumpuk harta benda dgn tidak kenal lelah & tidak kenal henti.

Sampai² bisa lupa keluarga, lupa kesehatan, bahkan juga lupa TUHAN n pelayanan.

Seperti si pemburu yg terus berlari & berlari demi memenuhi ambisi mendapatkan tanah seluas-luasnya.

Sudah mendapat banyak, tapi masih ingin lebih banyak lagi.

Ketika tiba di penghujung jalan, baru tersadar betapa sia²nya smua itu.
Namun, sudah terlambat.

Itu pula pesan yg disampaikan TUHAN YESUS dalam perumpamaan tentang orang kaya yg bodoh,
Bahwa harta kekayaan sebesar apapun tidaklah bisa di jadikan sebagai sandaran hidup sepenuhnya & seutuhnya.

Sbab TUHAN bisa memanggil kapan saja.
Apabila saat itu tiba, selesai jugalah segala urusan dgn harta benda di dunia ini.

Maka penting sekali untuk tidak membiarkan diri terjebak dalam pementingan harta benda yg berlebihan.

INGAT,
Ketika Ajal Menjemput,
Satu jarum pun tak akan Pernah Bisa Bawa.
Dengan Telanjang dilahirkan,
Dgn Telanjang Pula Pulang KepadaNYA.

Sumber: Mailing list

 
Twitter Bird Gadget