Barangsiapa ingin menjadi yang terbesar, hendaklah ia menjadi pelayanmu

Kata kata ini aneh, sekalipun buat mereka yang sering mendengar. Karena tidak mudah untuk mempraktekkan, karena seringkali pandangan umum tentang 'menjadi besar' berbeda dengan pandangan ini. Saya kira masih sangat banyak yang berpandangan bahwa yang terbesar adalah mereka yang di layani bukan di layani. Namun marilah kita bahas sejenak apakah yang di maksud menjadi besar dan melayani di sini, dan benarkan orang bisa menjadi besar tanpa ia melayani?

Pertama, menjadi besar belum tentu menjadi 'pimpinan' dalam arti jabatan. Karena jabatan itu bisa bersifat sementara. Seseorang yang memegang jabatan tertentu, belum bisa dia dianggap besar. Mungkin ia akan bertahan pada jabatan itu 2,3,5 tahun..atau bahkan puluhan tahun. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah selama memegang jabatan itu, ia melayani atau di layani, itu yang menentukan apakah dia orang besar atau bukan. Mungkin di sini bisa berhenti sejenak, melihat tokoh tokoh besar dunia yang bisa secara umum di anggap pemimpin besar. Apakah mereka besar karena di layani sekian banyak orang, ataukan mereka besar karena melayani banyak orang?

Yang kedua adalah tentang melayani. Menjadi pertanyaan, siapakah yang harus di layani? Ambil saja contoh kalau di kantor, apakah kita harus melayani atasan, atau melayani bawahan? Sering kita mendengar bahwa seseorang naik pangkat cepat sekali, karena ia pinter melayani atasan. Sedangkan ada orang banyak melayani bawahan saja, dan mengabaikan melayani atasan, malah tidak tidak cepat naik pangkat. Hal ini sepertinya wajar dan masuk akal, karena yang punya kuasa lebih besar tentu atasan, jika bawahan bisa menyenangkan atasan, tentu dia akan bisa naik lebih cepat. Namun pertanyaan kembali adalah, apakah dengan naik pangkat cepat, ia sudah berhak di sebut yang menjadi lebih besar, atau menjadi terbesar diantara sesama koleganya? Sekali lagi, belum tentu.  Karena jabatannya itu sementara, jika pada ujungnya ia tidak melayani bawahan juga, cepat atau lambat posisi itu akan tergoncang. Jadi ternyata tidak mudah untuk menjadi besar, karena memang harus melayani baik atasan, maupun bawahan. Jikalau hanya melayani satu pihak, ini tidak akan jalan. Misalnya hanya melayani atasan yang tidak mementingkan kepentingan anak buah, atau anggota, hal ini cepat atau lambat akan menjadi tidak berkelanjutan.

Jadi secara garis besar, boleh di ambil beberapa poin:
  • Menjadi pimpinan, atasan, pemegang jabatan, belum tentu atau belum bisa dikatakan orang besar, karena masih tergantung apa yang di lakukan selama menjadi pimpinan, atasan atau pemegang jabatan. Apakah ia melayani ataukan malah di layani.
  • Secara umum, para pemimpin baik dari yang masih kecil atau yang sudah menjadi besar, mereka semua melayani, tanpa melayani mereka tidak akan menjadi besar. 
  • Dalam hal menjadi besar dan bukan hanya secara jabatan, seseorang harus melayani semua, tidak hanya melayani sepihak, yaitu atasan saja atau bawahan saja.



 
Twitter Bird Gadget