Nasehat Jack Ma bagaimana kamu menggunakan waktumu

Inspirasi dari seorang mantan guru yang jadi pebisnis:

Jack Ma says, "Please tell your children that the world is changing every day and no one is going to wait for you in the past.

When lighter was invented, matches slowly disappeared. When calculator was created, abacus was to fade away. When digital camera was designed, the market of negative film no longer existed. When direct market selling/internet-based selling arises, traditional marketing declines. When smartphone with 4G (wireless internet access) was introduced to the world, you no longer need to turn on your computer at home.  When WeChat and WhatsApp (mobile text/voice/video messaging) are developed, traditional text messaging is no longer as popular as before.

Let's not to blame "Who took over Whose business."  It's only because people are more adjustable and adaptable to new ideas and changes in the world.

Someone asks Jack Ma, "What is your secret for sucess?"  He says, "Really simple...I am doing (action) while you're only watching."

Please remember that the world keeps changing every day. If you don't change, you'll be left behind.

You reap what you sow with your time. If you spend time to drink, you may become an alcoholic.  If you spend time to complain, you may become a blamer.  If you spend time to beautify yourself, you may become a pretty girl/handsome guy. If you spend time to stay healthy, you may enjoy a healthy good life.  If you spend time to be picky, you may become a 'mean' person. If you spend time to learn, you may gain wisdom. If you spend time with your family, you may foster a warm and loving  relationship with your loved ones

3P Untuk Sukses Dalam Hidup

Banyak sekali rumus sukses dalam hidup yang diberikan oleh banyak orang. Sayapun terus mencari 'sukses' dan kunci menuju kepadanya.

Dalam salah satu sumber idola saya, saya menemukan bahwa kunci sukses bisa sesederhana 3P (Passion, Potential and Purpose), namun mempunyai makna yang begitu dalam.

Di sini digambarkan, sukses dalam hidup ibarat seseorang yang sedang memanah suatu tujuan. Maka untuk melakukan itu, hal pertama yang tentu harus ada adalah bahwa orang itu harus punya panahnya. Nah, dalam hal ini, panah kita bisa ibaratkan sebagai passion kita. Yang kedua, tentu kita pun memerlukan anak panah itu sendiri, nah di sini anak panah kita ibaratkan sebagai potential kita, atau yang biasa kita sebut dengan core gift alias karuania dasar yang kita miliki, yang setiap orang tentu memiliki karunia yang berbeda beda. Selanjutnya, setelah kita punya panah dan anak panah, panah hal tersebut tidak akan berarti jika kita tidak mempunyai sasaran yang akan kita tuju. Nah, dalam hal ini sasaran yang kita tuju adalah purpose kita.

Maka, secara sederhana, sukses adalah ketika mempunyai passion, potential dan purpose dan yang lebih penting ketinganya harus searah, sehingga anak panah itu kita taruh pada busur panah, kita arahkan kepada tujuan....dan bang...tepat pada sasaran, maka itulah sukses.

Kemampuan untuk menyearahkan antara passion, potential dan purpose menjadi kunci sukses bagi siapa saja.

Silahkan mencoba.

Terjebak Ambisi

Seorang pemburu tlah berjasa menyelamatkan kuda kesayangan Raja dari terkaman harimau.

Sebagai hadiah, Raja memberikan kepadanya hadiah berupa tanah,
seluas yg bisa ia kelilingi dengan berlari dalam 3 hari.

Maka, bergegaslah sang pemburu berlari.

Siang malam ia berlari tiada henti,
demi mendapat tanah seluas-luasnya.

Tidak peduli lapar & haus, hujan & terik matahari.
Rasanya masih kurang luas, masih kurang luas.

Sampai akhirnya tibalah hari ketiga,
sang pemburu jatuh tersungkur lalu mati karena kelelahan kelaparan kehausan tidak tidur

Begitulah kalo terjebak dalam ambisi yg tanpa batas.

Ambisi memacu untuk terus bekerja dengan teramat keras.

Anda di dorong untuk menumpuk harta benda dgn tidak kenal lelah & tidak kenal henti.

Sampai² bisa lupa keluarga, lupa kesehatan, bahkan juga lupa TUHAN n pelayanan.

Seperti si pemburu yg terus berlari & berlari demi memenuhi ambisi mendapatkan tanah seluas-luasnya.

Sudah mendapat banyak, tapi masih ingin lebih banyak lagi.

Ketika tiba di penghujung jalan, baru tersadar betapa sia²nya smua itu.
Namun, sudah terlambat.

Itu pula pesan yg disampaikan TUHAN YESUS dalam perumpamaan tentang orang kaya yg bodoh,
Bahwa harta kekayaan sebesar apapun tidaklah bisa di jadikan sebagai sandaran hidup sepenuhnya & seutuhnya.

Sbab TUHAN bisa memanggil kapan saja.
Apabila saat itu tiba, selesai jugalah segala urusan dgn harta benda di dunia ini.

Maka penting sekali untuk tidak membiarkan diri terjebak dalam pementingan harta benda yg berlebihan.

INGAT,
Ketika Ajal Menjemput,
Satu jarum pun tak akan Pernah Bisa Bawa.
Dengan Telanjang dilahirkan,
Dgn Telanjang Pula Pulang KepadaNYA.

Sumber: Mailing list

 
Twitter Bird Gadget